Jilbab ditinjau dari berbagai Aspek Februari 12, 2008
Posted by Wimpy in Wanita.Tags: gaya, jilbab, keamanan, kecantikan, Kesehatan, mode, perempuan
trackback
Seruan Allah dalam Al Quran agar kaum wanita mengenakan jilbab, ternyata memiliki makna dan manfaat yang sangat mendalam. Jilbab dalam pemahaman umum yaitu sejenis baju kurung lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada. Jenis pakaian ini telah dikenal dan dikenakan wanita muslim di seluruh belahan dunia, sehingga jilbab telah diadopsi dan diadaptasi oleh bahasa setempat dengan beberapa istilah, seperti: veil (Inggris, Amerika Serikat, Australia), chador (Iran), pardeh (India dan Pakistan), milayat (Libya), abaya (Irak), charshaf (Turki), hijab (Mesir, Sudan, dan Yaman),
Sebagaimana diisyaratkan dalam QS- Al-Ahzab ayat 59 yang artinya:.”Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Manfaat mengenakan jilbab, dapat ditinjau dari berbagai aspek, yaitu:
Inner Beauty (Kecantikan dari dalam)
Pakaian mencerminkan kepribadian orang yang memakainya, sehingga meskipun secara fisik (lahir) jilbab hanya merupakan jenis pakaian yang dikenakan oleh wanita, namun secara bathin hal ini mencerminkan keteguhan sikap jiwa yang mencerminkan kecantikan dari dalam ( Inner Beauty ) Perlu diingat bahwa keindahan dan kemuliaan yang terpancar dari seorang wanita bukan terletak pada bagian tubuh yang terbuka, melainkan dari seluruh bagian tubuh yang terbalut dengan busana yang rapi dan sopan. Seorang pemuda yang baik dan bermoral tinggi sudah pasti akan memilih gadis yang berjilbab untuk dijadikan pendamping hidupnya.
Safety (Keamanan)
Seorang perempuan bila mengenakan jilbab dapat melindungi dirinya dari segala sesuatu yang dapat mengancam kehormatan dan martabat dirinya. Ibarat pepatah mengatakan mencegah lebih baik dari pada mengobati. Artinya orang yang berniat mengoda atau berniat jahat akan berpikir panjang bila gadis yang digodanya itu mengenakan jilbab. Tidak jarang terjadi proses pelecehan seksual pada wanita yang tayangkan di televisi atau yang dimuat di koran, diawali dari tertarik pelaku terhadap bagian tubuh yang terbuka.
Style and fashion (Gaya dan Mode)
Kadangkala di kalangan para remaja sering terkena korban mode. Hal ini bisa terjadi mengingat pengaruh media masa (baik cetak maupun elektronik) sangat kuat. Dalam dekade terakhir ini, jilbab bukan lagi fenomena kelompok sosial tertentu, tetapi sudah menjadi fenomena seluruh lapisan masyarakat, termasuk di kota Jambi. Tidak sedikit jumlah artis, eksekutif, dan publik figur lainnya menggemari dan menggunakannya. Untuk kalangan artis kita mengenal Zaskia Adya Mecca, Ineke Koesherawati, Ratih Sanggarwati, Nia Daniati. Mereka membuktikan bahwa dengan mengenakan jilbab, ternyata tidak menghalangi pekerjaan dan karirnya dalam dunia hiburan. Banyaknya pilihan mode, bahan, dan warna memungkinkan wanita untuk tampil modis, dan percaya diri.
Healthy (Kesehatan)
Inodenesia sebagai negara tropis dimana matahari bersinar dan angin berhembus sepenjang tahun, maka sangat memungkinkan debu dan kotoran (jamur, bakteri dan virus) yang terdapat di udara akan menempel ke rambut. Dampak negatifnya yaitu rambut akan mengalami kerusakan berupa: rambut berketombe, rambut kering, rambut rontok dan lain-lain. Gejala ini akan dapat diminimalisir bila seorang wanita mengenakan jilbab.
Hasil penelitian di bidang kesehatan menunjukkan bahwa, kerudung bagi wanita muslim ini tak hanya menunjukkan kerendahan hati dan kesopanan, tetapi juga melindungi Anda dari penyakit mematikan, karena dapat memperkecil risiko pemakainya terkena kanker tenggorokan dan hidung. Alasannya, jilbab mampu menyaring sejumlah virus yang suka mampir ke saluran pernapasan bagian atas.
Profesor Kamal Malaker asal Kanada, menyatakan wanita Arab Saudi - yang sebagian besar menutup wajahnya secara penuh- jarang sekali terserang virus epstein barr, yang menyebabkan kanker nasofaring. “Jilbab melindungi wanita dari infeksi saluran pernapasan bagian atas, ” tulis Saudi Gazette, Jum’at (19/3), mengutip pernyataan Malaker, “Di Arab Saudi, jumlah wanita penderita kanker nasofaring sangat rendah dibandingkan laki-laki,” lanjut Malaker.
“Kenyataan ini sungguh menarik, bagaimana pakaian adat yang begitu sederhana memiliki pengaruh begitu besar pada kehidupan manusia,” ujar Malaker, kepala bidang onkologi radiasi Rumah Sakit King Abdul Azis.. Kanker nasofaring merupakan kanker yang paling banyak diderita masyakarakat untuk jenis kanker Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Kepala Leher (KL). Tingginya angka penderita kanker nasofaring terutama akibat keberadaan virus epstein barr yang hampir ada pada 90 persen masyarakat di negara berkembang.
Efficient (Efisiensi)
Model dan gaya rambut hampir setiap tahun berubah dan biaya jasa salon kecantikan dari waktu ke waktu akan semakin mahal. Sebagai contoh gaya rambut ”rebonding” ternyata membutuhkan biaya ratusan ribu rupiah. Bisa dibayangkan betapa borosnya jika dalam suatu keluarga ada beberapa wanita yang me-rebonding rambutnya. Dengan mengenakan jilbab, maka seorang wanita tidak akan menghambur-hamburkan uangnya, hanya untuk mengikuti perkembangan di bidang tata rias rambut.
Semoga tulisan ini dapat menambah keyakinan bagi kaum wanita bahwa seruan dalam Al Qur’an, agar kaum wanita mengenakan jilbab, telah terbukti kebenaran dan manfaatnya dari berbagai aspek.










ya.., memang benar dan telah menjadi suatu kenyataan yang benar - benar ada, bahwa kecantikan hati dan akhlaklah yang utama, sungguh beruntunglah orang - orang yang memiliki keyakinan bahwa itulah yang menjadi kewajiban bagi dirinya, mengerjakan yang apa menjadi kewajiban.