Naga Purba (Komodo) Februari 19, 2008
Posted by Wimpy in Flora & Fauna.Tags: langka, purba, naga, reptil, komodo, sumbawa, flora dan fauna, buas
trackback
Komodo sering disebut-sebut reptil peninggalan zaman prasejarah. Namun kadal raksasa ini semakin langka. Komunitas satwa ini hanya hidup dan berkembang biak di Pulau Komodo, Rinca, dan Padar yaitu antara Nusatenggara Timur dan Sumbawa Besar.
Komodo tergolong berdarah dingin. Reptil peninggalan zaman purba ini selalu membutuhkan udara yang cukup panas untuk menghangatkan tubuh. Pulau Komodo dan pulau-pulau di sekitarnya cocok untuk kadal raksasa tersebut karena suhu udaranya rata-rata 40 derajat Celsius.
Pada puncak musim kemarau atau sekitar Agustus, suhu udara pada siang hari di Pulau Komodo bisa mencapai 43 derajat Celcius. Situasi ini paling tepat bagi reproduksi komodo. Komodo betina yang tengah mengandung segera mencari tempat-tempat persembunyian untuk menelurkan keturunannya. Sarang burung yang sudah gosong biasanya menjadi pilihan komodo betina. Pasalnya tempat itu berada di tengah hutan dan jauh dari gangguan binatang lain.
Permukaan tanah yang cenderung membukit dan lubang yang cukup dalam juga dinilai aman melindungi telur yang akan menjadi komodo-komodo kecil. Menetas dari telur, komodo kecil tinggal di atas pohon. Meski masih kecil, komodo kuat memanjat pohon setinggi lebih dari 20 meter. Cengkraman cakarnya juga bisa untuk bertahan hidup dari serangan predator lain, terutama komodo yang lebih besar, bahkan dari induknya sendiri.
Keahlian memanjat komodo kecil tidak dapat dilakukan komodo dewasa. Postur tubuh dan berat badan komodo dewasa yang panjang, lebih dari dua meter membuat mereka tak mampu memanjat pohon. Keunikan lain komodo kecil terdapat pada bintik-bintik warna kuning dan bercak gelap pada tubuhnya. Bintik tersebut berfungsi menyamarkan diri saat berada di batang kayu dan dedaunan agar tidak terlihat musuhnya.
Hidup di atas pohon dijalani hingga usia komodo muda mencapai tiga tahun. Selama hidup seperti itu, komodo makan berbagai jenis binatang yang hidup di atas pohon seperti kadal kecil, serangga, dan burung. Saat mulai menjalani kehidupan di darat, sumber makanan komodo otomatis bertambah. Komodo muda akan memangsa musang dan babi hutan atau mengais sisa-sisa makanan komodo dewasa. Komodo muda selalu menjaga jarak dengan komodo dewasa karena mereka tidak dapat berkompetisi untuk mendapatkan makanan. Komodo muda juga masih takut karena menjadi sasaran komodo dewasa.
Karena sejak menetas hidup mandiri menghadapi ganasnya kehidupan liar, komodo dikenal sebagai binatang soliter atau individual. Komodo muda dengan segala keterbatasan fisik mencoba bertahan hidup menjadi komodo dewasa dan pemangsa utama di Pulau Komodo. Andalan komodo muda berlari dengan kecepatan 18 kilometer per jam. Panjang tubuh komodo bisa mencapai lebih dari tiga meter dan berat sekitar 90 kilogram. Lantaran itu komodo yang memiliki nama latin varanus komodoensis dikenal sebagai reptil terbesar di dunia.
Secara fisik cukup sulit membedakan antara komodo jantan dengan betina. Ciri paling terlihat pada pola sisik komodo jantan di bagian bawah pangkal ekornya. Ada satu cara yang lebih mudah untuk membedakannya. Komodo yang berperut dan leher lebih besar biasanya berkelamin jantan. Survei terakhir Taman Nasional Komodo mencatat, jumlah komodo jantan lebih banyak dibanding betina: satu banding tiga.
Sinar matahari adalah hal penting bagi komodo karena karakteristiknya sebagai hewan berdarah dingin. Suhu tubuh komodo harus tetap terjaga di atas 23 derajat Celcius. Bila suhu tubuh komodo terlalu rendah, makanan di dalam perutnya dapat membusuk, dapat menyebabkan muntah atau bahkan kematian.
Jika siang terasa terlalu panas atau di atas 40 derajat Celcius, komodo harus beristirahat dan mencari tempat berteduh. Tidak jarang komodo berendam di lumpur atau sumber air untuk menghindar dari panas yang berlebihan. Daerah penjelajahan komodo sangat terbatas dibanding predator lain di dunia. Komodo tidak dapat bergerak lebih dari satu kilometer. Kendati demikian, komodo menjadi predator utama yang memakan semua binatang, termasuk komodo lainnya. Rusa, babi hutan, dan kerbau air adalah hewan yang paling sering dimangsa komodo.
Namun pengelihatan komodo tidak terlalu baik. Lidah menjadi alat pencicip penting saat mendeteksi mangsa. Lidah komodo akan mendeteksi bau dengan menangkap partikel zat kimia di udara dan tanah. Lidah komodo dapat mendeteksi bau mangsa sejauh lima kilometer bahkan 11 kilometer untuk bau bangkai. Jika sudah menemukan mangsa, komodo menyergapnya dengan gigitan seketika. Bakteri dalam air liur komodo juga dapat mematikan mangsa dalam hitungan jam.
Komodo makan tanpa mengunyah daging mangsanya. Saat seekor komodo mendapat makanan, komodo-komodo lainnya akan segera mendekat dan ikut menyantap. Hal ini dikarenakan deteksi lidah mereka sangat tajam mencium makanan. Binatang lainnya seperti burung gagak dan elang juga memeriahkan “pesta” ini. Tentu saja para burung harus bersabar menunggu sang raja Pulau Komodo menyelesaikan santap siang. Burung biasanya buru-buru mematuk makanan sisa komodo.
Reptil raksasa itu memangsa makanan hingga 80 persen dari berat tubuhnya dalam sekali makan. Setelah merasa kenyang, komodo beristirahat di tempat-tempat yang terlindung dari panas matahari. Komodo dapat bertahan tanpa makanan selama beberapa minggu hingga perutnya kembali kosong.
Di Pulau Komodo, komodo menempati posisi tertinggi dalam pola rantai makanan. Dengan kata lain tidak ada hewan pemangsa lain yang mampu menandingi. Satu-satunya ancaman terhadap komodo hanya penyakit dan berkurangnya binatang buruan seperti rusa, kerbau air, dan babi hutan. Taman Nasional Komodo mencatat 2020 ekor komodo ditemukan di Pulau Komodo dan Pulau Rinca pada tahun 2000.
Salah satu upaya untuk mencegah kepunahan komodo dengan patroli di seluruh kawasan Taman Nasional Komodo. Petugas biasanya memburu pemburu liar dan penebang hutan yang bakal mengganggu sumber makanan komodo. Pemburu liar biasanya memburu rusa di Taman Nasional Komodo. Daging rusa akan dijual ke pasar.
Tidak hanya patroli yang melindungi komodo, masyarakat Kampung Komodo, Rinca, Kerora, dan Papagarang yang tinggal di pantai-pantai sekitar taman nasional juga ikut menjaga. Pasalnya sejumlah komodo kadang masuk ke perkampungan dan memangsa kambing atau ayam. Apapun upaya petugas dan warga, tujuan mereka satu yaitu melindungi komodo dari kepunahan.(DNP/Tim Potret)










terakhir saya dengar kabar ditemukan jejak komodo raksasa di pulau komodo. apakah benar??? karna saya termasuk pencinta satwa buas langka. saya terus melacak informasi mengenai binatang2 buas raksasa atau monster. jika ada informasi menarik, hubungi saya.